Wednesday, January 4, 2012

ATAP SERING BOCOR? INI DIA SUMBER MASALAHNYA | TIGA PENYEBAB ATAP SERING BOCOR

TIPS MENGATASI ATAP SERING BOCORATAP SERING BOCOR? INI DIA SUMBER MASALAHNYA | TIGA PENYEBAB ATAP SERING BOCOR. Kebocoran pada atap adalah masalah klasik dengan penyebab yang "itu-itu" juga. Air masuk dari talang horisontal, atap terlalu landai, atau air masuk dari talang. Baca juga INFORMASI PENTING SEPUTAR KEHAMILAN | 10 PENYEBAB KOMPLIKASI KEHAMILAN
Agar kebocoran atap tak membuat pusing, Anda harus mencari sumber masalahnya dan segera diatasi. Simak tips berikut ini sebagai panduan Anda melakukannya:

Air masuk dari talang horisontal

Pada dasarnya ini terjadi karena bibir talang bagian luar lebih tinggi daripada ujung genting paling bawah. Kondisi demikian dapat menyebabkan air yang mengalir pada talang tidak meluber ke bawah, melainkan terdorong masuk kembali dan menyebabkan kebocoran pada atap rumah.

Untuk mengatasinya, ulangi pemasangan talang dan pastikan bibir talang bagian luar lebih rendah daripada ujung genting. Selain itu, pastikan pipa vertikal yang berfungsi mengalirkan air ke bawah tidak membentang lebih dari tiga meter.

Atap terlalu landai

Atap rumah yang terlalu landai membuat air hujan mengalir lebih lambat. Pada atap berbahan genting, overlap atau lebar tumpukan tiap gentingnya sangat kecil (2-5 sentimeter) sehingga potensi air untuk memasuki rumah lebih besar. Apalagi, jika ada angin kencang yang meniup air masuk ke dalam rumah.

Untuk menanggulangi kebocoran akibat atap terlalu landai, cara pertama bisa dilakukan adalah mengganti material atap dengan bentuk lembaran seperti metal, bitumen, atau fiber semen.

Material lembaran umumnya dipasang dengan overlap atau lebar tumpukan yang lebih besar hingga mencapai 20 sentimeter. Oleh karena itu, potensi masuknya air hujan melalui cerah antara lembaran menjadi lebih kecil.

Namun demikian, material lembaran seperti fiber semen cenderung lebih berisik saat terkena hujan. Karena itu diperlukan penambahan bahan peredam seperti rockwool atau glasswool.

Cara kedua, Anda bisa mengganti kemiringan atap. Cara ini membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya lebih banyak. Kemiringan atap yang ideal adalah antara 30-40 derajat agar air dapat mengalir dengan lancar. Jika terlalu curam, genting justru akan mudah melorot.

Satu hal penting, ketika melakukan pembongkaran atap, sebaiknya Anda menambahkan insulasi berupa lembaran alumunium foil yang dibentangkan dan dijepit di antara kayu kasau dan reng. Insulasi ini berfungsi untuk mencegah air hujan tidak langsung menetes ke plafon. Selain itu, insulasi juga berfungsi menurunkan suhu dalam ruang.

Air masuk dari talang

Masalah ini biasanya disebabkan oleh overlap atau lebar tumpukan antara bibir talang dengan genting terlalu kecil, sehingga air yang menetes dari genting tidak sepenuhnya jatuh ke talang, tapi masuk ke rumah. Untuk mengatasinya, ganti talang dengan talang baru yang dapat menjangkau selebar mungkin.

Dengan overlap yang lebih besar, air hujan akan sepenuhnya jatuh ke talang dan tidak menetes ke dalam rumah. Selain itu, talang berbahan seng atau metal memiliki kemungkinan karat dan bolong yang dapat mengurangi kualitasnya.

Setalah mengganti talang, lapisi dengan cat galvanis yang mengurangi sifat korosif talang. Talang yang dilapisi cat galvanis akan terbebas dari karat hingga lima tahun.
kompas.com

ATAP SERING BOCOR? INI DIA SUMBER MASALAHNYA, TIGA PENYEBAB ATAP SERING BOCOR, Tips Mencegah Atap Bocor, Cara Mengatasi Atap yang Bocor

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...